Saturday, November 1, 2014

Chemotheraphy

Setelah menunggu 1 minggu akhirnya istri saya menjalani hari pertama chemo.

Untuk tahap pertama yaitu 3x chemo tiap 3 minggu, onkologi doctor mengatur supaya chemo dilaksanakan hari Jumat. Jadi Sabtu pagi kami dapat langsung terbang ke Bandung. 

Kami diminta datang pagi-pagi untuk periksa darah dulu. Kemudian masuk ke ruangan chemo.

Ruangan chemo terdiri dari ruangan terpisah. Tiap ruangan ada LCD TV. Istri saya duduk di kursi kemudian mulai diberikan infus.

Obat chemo yang diberikan adalah Cisplatin. Karena efek cisplatin dapat merusak ginjal maka ginjal harus dikuras untuk dibersihkan dulu. Awal diberi cairan infus 2 botol kemudian diberi obat supaya istri saya terus kencing. Setelah itu diberi obat chemo. Kira-kira proses nya antara 6 sampai 7 jam.

Yang bagus di sini adalah para perawat nya teliti. Setiap mereka akan memberikan obat, mereka menanyakan nama, tanggal lahir istri saya. Proses pengecekan obat dilakukan oleh dua orang perawat. Mereka berdua cek obat yang akan diberikan apakah sesuai dengan kertas panduannya.

Kemudian datang bagian farmasi. Dia menayangkan video yang menjelaskan efek-efek yang mungkin dialami istri saya karena chemo. Kadang orang bisa mengalami diare atau sebalik nya jadi konstipasi. Mual-mual dan pusing. Jika panas di atas 38c harus segera ke UGD karena dikhawatirkan kena virus yg berbahaya. Untuk istri saya ada obat chemo juga yang dibawa pulang. Namanya TS-One.

Persiapan menjalani chemo :
1. Bawa makan siang.
2. Bawa mantel dan kaos kaki.
3. Bawa film  yang banyak hahaha.

Puji Tuhan istri saya kuat menjalani chemo. Kadang dia kena batuk atau pilek ketika kami berada di  Bandung. Rambut tidak terlalu rontok. Saya sering sekali email ke dokter Singapore. Saya tanya harus diberikan obat apa kalau dia sakit batuk atau pilek. Tapi dokter jarang balas email saya.

Pernah sekali istri saya panas tinggi badannya sore-sore. Wah saya panik. Saya coba cari dokter spesialis kanker di Bandung. Dokter-dokter spesialis sedang cuti semua. Saya coba bawa ke dokter umum. Dokter menyarankan istri saya dibawa ke rumah sakit. Saya takut membawa istri saya ke UGD di Bandung. Katanya dokter-dokter yang jaga di UGD Indonesia itu dokter-dokter baru lulus. Kami baru bisa konsultasi dengan dokter spesialis besok pagi. 

Malam itu kami sekeluarga berdoa bersama-sama. Puji Tuhan jawab doa kami. Tengah malam panas badan nya menurun. Semalaman istri saya mengigau. Menjelang pagi panas badan nya sudah normal.

Dokter di Singapore memberikan anti mual yang banyak dan mahal-mahal. Ada satu macam obat anti mual yang membuat gula darah istri saya jadi tinggi sekali. Tapi kalau tidak minum obat itu istri saya merasa sangat mual.

Untuk menjaga kondisi badan istri saya minum air kelapa muda dan alpokat hampir tiap hari. Makan sayur  organik dan buah-buahan. Daging merah dan sea food tidak makan. Selama chemo istri saya tetap minum kunyit putih (curcumin). Prof Goh mengijinkan istri saya minum curcumin selama chemo. Dan ternyata curcumin membantu obat chemo menjadi lebih efektif membunuh sel kanker.

Saya takut istri saya harus menjalani pengobatan radiasi. Saya baca efek radiasi di bagian kepala sangat banyak. Misal :
1. Kehilangan indera perasa.
2. Air ludah jadi sedikit.
3. Radiasi bisa menyebabkan sel kanker bermutasi.

Dan banyak lagi yang lain. Kami terus berdoa semoga ada mujizat kesembuhan sehingga istri saya tidak perlu menjalani pengobatan radiasi. 

Hari terus berjalan. Setelah chemo ketiga mendekati saat radiasi saya minta supaya istri saya mendapat MRI ulang. 
Hasil nya bagus. Sel kanker nya berkurang sangat banyak. Tetapi semua dokter tetap menyarankan untuk radiasi. Ternyata Tuhan menghendaki lain. Jalan yang harus kami tempuh masih panjang. Tapi kami bersyukur chemo nya sejauh ini telah berjalan dengan baik.


No comments: